![]()

Portal Berita KOALAnews - Kumpulan berita terupdate tentang olahraga yang merangkum dalam dan luar negeri
![]()

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3364427/original/034411400_1612102767-20210131_1540_WorldTourFinals2020_BPRS8845.jpg)
KOALAnews - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, harus melepaskan peluang jadi juara beruntun di BWF World Tur Finals sesudah kalah dua game langsung dari pasangan Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi-Lin, di laga final BWF World Tur Finals 2020. Bermain ketat dalam dua game, Ahsan/Hendra kalah 17-21 dan 21-23.
Ahsan/Hendra awalannya terlihat kesusahan untuk dapat menyeimbangi permainan cepat yang dimainkan oleh Lee/Wang dalam laga final BWF World Tur Finals itu. Beberapa pengembalian dari ganda putra Indonesia itu tanggung sampai berbuah smash keras dari pasangan Chinese Taipei itu.
Bahkan juga Ahsan/Hendra harus ketinggalan 4-11 pada paruh awalnya game pertama. Ganda putra Indonesia itu terlihat belumlah cukup panas untuk hadapi permainan cepat pasangan nomor 7 dunia yang termasuk semakin lebih muda itu.
Ahsan/Hendra lagi menyesuaikan dengan kecepatan bermain rivalnya. Walau masih sering lakukan kekeliruan, Ahsan/Hendra mulai memburu, menyamai point 14-14, dan kembali unggul 15-14.
Tetapi, Lee/Wang masih usaha menjaga permainan terbaik mereka dan kembali unggul 16-15 atas Ahsan/Hendra. Pada akhirnya game pertama final BWF World Tur Finals 2020 juga terlepas dari tangan pasangan Indonesia. Ahsan/Hendra kalah 17-21.
Awalnya game ke-2 laga final BWF World Tur Finals 2020 terlihat berlainan dengan game awalnya. Ahsan/Hendra telah pada keadaan maksimal untuk sama-sama berebutan point dengan Lee/Wang. Ke-2 pasangan ini tampil oke dan lagi berkompetisi ketat sampai 4-4.
Permainan ketat dan intensif dalam raih point untuk point lagi bersambung. Sayang, Ahsan/Hendra harus ketinggalan tipis 10-11 saat capai paruh awalnya game ke-2 .
Lee/Wang usaha untuk raih keunggulan kembali dari Ahsan/Hendra. Ganda putra Chinese Taipei juga sanggup raih tiga point kembali secara berturut-turut dan unggul 13-10.
Namuun, Ahsan/Hendra tidak ingin berserah demikian saja. Pasangan rangking dua dunia itu juga usaha untuk selalu melekat ketat pencapaian point rivalnya sampai kembali unggul 17-16.
Kembali ketat di akhir game ke-2 , bahkan jus, pada akhirnya Ahsan/Hendra harus berserah 21-23 dari pasangan Chinese Taipei itu. Ahsan/Hendra juga harus ikhlas melepaskan peluang untuk menjadi lagi juara di BWF World Tur Finals.

KOALAnews - Timo Werner telah 13 pertandingan tidak cetak gol buat Chelsea. Si manager, Thomas Tuhel menanggapinya dengan rileks.
Chelsea versus Burnley berjalan di Stamford Bridge pada kelanjutan Liga Inggris, Minggu (31/1/2021). Tuan-rumah menang 2 gol tanpa balas, melalui Cesar Azpilicueta di set pertama dan Marcos Alonso di set ke-2 .
Dengan hasil ini, Chelsea sesaat naik ke urutan ke-7 Klassemen Liga Inggris dengan perolehan 33 point dari hasil 21 bermain. Saat itu, Burnley berada di status ke-16 dengan perolehan 22 angka.
Timo Werner turun sebagai starter dalam pertandingan itu. Justru pemain dari Jerman itu, bermain penuh sepanjang 90 menit.
Werner berduet dengan Mason Mount ada di belakang Tammy Abraham dalam skema 3-4-2-1. Werner sanggup melepaskan tiga shooting ke arah gawang, tetapi semua sanggup ditangkap penjaga gawang Burnley, Nick Pope.
Manager Chelsea, Thomas Tuhel ditanyakan masalah perform Timo Werner. Terutamanya, masalah si pemain yang telah 13 pertandingan kosong gol di liga!
"Timo Werner ialah penyerang yang peka, khususnya saat tidak cetak gol. Ia akan demikian berduka," tutur Tuhel.
"Sepanjang kami semua berusaha keras, kami akan menolong ia," sambungnya.
Thomas Tuhel tidak menyimpan berat beban di bahu Timo Werner. Untuknya, yang perlu Werner sanggup memberi kontributor di atas lapangan buat Chelsea dan bermain optimal.
"Kemungkinan ia perlu gol yang anehlah seperti defleksi, ya beberapa gol yang konyol demikian. Agar, ia selanjutnya dapat cetak gol kembali," tutup Tuhel sekalian guyon.

KOALAnews - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah 10-21, 13-21 dari Seo Seung Jae/Chae Yujung pada pertandingan paling akhir Group A BWF World Tur Finals 2020 di Impact Ajang, Jumat (29/1).
Seo/Chae tampil trengginas pada awal game pertama dengan melejit melalui keunggulan 5-0. Pasangan berperingkat enam dunia itu ahli bermain di muka net.
Pada awal mula pertandingan Praveen/Melati seringkali lakukan kekeliruan, khususnya dalam memperhitungkan permainan Seo/Chae. Smes dari Seo membuat ganda Korsel itu unggul 10-2.
Praveen/Melati sempat menambahkan satu point, tetapi pengembalian shuttlecock dari Praveen yang keluar lapangan membuat Seo/Chae unggul 11-3 di jeda game pertama.
Selesai jeda, Praveen/Melati coba bangun, dari ketinggalan 5-13 sampai mengecilkan score jadi 10-14 melalui tangkapan Melati di muka net manfaatkan pengembalian yang tanggung dari Chae.
Namun, seringkali Seo/Chae raih point sebab pengembalian bola dari Melati yang tidak berhasil melalui net.
Pencapaian point Praveen/Melati berhenti di angka 10. Kebalikannya, Seo/Chae dapat tutup game pertama dengan kemenangan 21-10 sesudah raih 7 point berturut-turut.
Selesai jeda Seo/Chae lagi menambahkan keunggulan jadi 13-6. Tapi Praveen/Melati raih tiga point beruntun buat mengecilkan jarak jadi 10-13.
Pengembalian shuttlecock yang tanggung dari Melati membuat Seo dengan gampang menyikat shuttlecock hingga unggul 16-11.
Praveen/Melati betul-betul kesusahan dalam bermain permainan di muka net. Pengembalian shuttlecock yang tidak prima dari Praveen menambahkan score untuk Seo/Chae.
Sebab pengembalian yang tanggung itu Seo dapat memperoleh point paling akhir buat menang 21-13 di game ke-2 .
Dengan kekalahan 10-21, 13-21 dari Seo/Chae, kejelasan Praveen/Melati ke semi-final BWF World Tur Finals 2020 bergantung hasil laga Marcus Ellis/Lauren Smith versus Deschapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3361819/original/076225400_1611814387-20210128_1110_WorldTourFinals2020_BPES9738.jpg)
KOALAnews - Ganda putra senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses maju ke final BWF World Tur Finals 2020. Susul kemenangannya pada Choi Solgyu/Search engine optimization Seung Jae.
Hendra/Ahsan bertemu dengan ganda Korea itu di semi-final yang berjalan di Impact Ajang, Bangkok, Sabtu (30/1/2021). Bertanding sepanjang dua game, Hendra/Ahsan menuai kemenangan dengan score 23-21, 21-13.
Kemenangan ini pastikan Hendra/Ahsan beberapa langkah dari titel juara. Hendra/Ahsan seterusnya akan berebutan piala menantang juara di antara Lee Yang/Wang Chi-Lin versus Ben Lane/Sean Vendy pada Minggu (31/1).
Hendra/Ahsan menjejaki final ke-2 berturut-turut di kompetisi ini. Pada 2019, Hendra/Ahsan tampil jadi juara selesai menumpas pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di pertandingan pucuk.
Kemenangannya pada Choi/Search engine optimization ikut membenahi rekor tatap muka Hendra/Ahsan jadi 1-2. Hendra/Ahsan pada akhirnya dapat menang sesudah kalah dalam tatap muka awalnya di Hong Kong Open 2019 dan Yonex Thailand Open 2021.
Walau menang dua game langsung, laga tidak berjalan mudah-mudah sangat untuk Hendra/Ahsan khususnya di game awalnya. Hendra/Ahsan disertai rivalnya di beberapa poin pertama tetapi lalu dapat membuat jarak setelah jeda.
Choi/Search engine optimization pelan-pelan merampas angka untuk angka hingga susul Hendra/Ahsan dalam posisi 18-18. Hendra/Ahsan perlu 2x game poin saat sebelum merampas game pertama kali dalam keunggulan 23-21.
Game ke-2 berjalan lebih gampang untuk Hendra/Ahsan. Ke-2 nya bermain lebih cerdas untuk memimpin Choi/Search engine optimization dan unggul 11-5 masuk jeda.
Kemudian Hendra/Ahsan terus-terusan membuat Choi/Search engine optimization dalam penekanan. Sebuah smes silang Ahsan ke segi kanan sektor lapangan musuh tidak mampu dibalikkan hingga pastikan kemenangan mereka.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3361825/original/053346400_1611814557-20210128_1110_WorldTourFinals2020_BPES9728.jpg)

KOALAnews - Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, pada akhirnya menuai kemenangan pertama pada gelaran BWF World Tur Finals 2020. Pada pertandingan ke-3 Group A di Impact Ajang, Bangkok, Jumat (29/1/2021), Anthony menaklukkan tunggal Malaysia Lee Zii Jia dengan score 21-12, 15-21, 21-13.
Laga itu sesungguhnya tidak mempengaruhi peluang ke-2 pemain maju ke semi-final BWF World Tur Finals 2020. Ke-2 nya telah ditegaskan tersisih.
Pada dua pertandingan awalnya, mereka sama kalah atas Viktor Axelsen (Denmark) dan Chou Tien Chen (Chinese Taipei). Tanding kesempatan ini jadi persaingan perebutan urutan ke-3 di Group A.
Anthony Sinisuka Ginting sukses menyelesaikan visi itu walau laga berjalan tidak gampang. Mereka sama ngotot hingga tanding berjalan secara rubber games dalam tempo 50 menit.
Anthony Ginting sukses menang gampang pada game pertama, bahkan juga margin score lebar. Tetapi, ia kehilangan momen pada game ke-2 dan mau tak mau kalah atas Jia.
Pada game ke-3 , Anthony Sinisuka Ginting kembali mendapati irama permainannya dan mengamankan kemenangan. Lee Zii Jia pada akhirnya harus senang finish sebagai juru kunci Group A.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu Versus Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia): 13-21, 17-21., Aaron Chia Versus Soh Wooi Yik (Malaysia) Versus Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan: 21-18, 17-21, 11-21, Lee Zii Jia (Malaysia) Versus Anthony Ginting: 21-12,15-21, 21-13.
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Versus Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) - laga ke-7.
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Versus Search engine optimization Seung Jae/Chae Yujung - laga ke-9.

KOALAnews - Oscar sudah lama meninggalkan Chelsea. Tapi, ia masih merindukan klub tersebut dan berhasrat untuk kembali bermain di sana.
Oscar meninggalkan Chelsea pada 2017 setelah bermain selama lima musim di klub tersebut, usai dibeli dari Internacional dengan banderol 20 juta poundsterling.
Di klub tersebut, Oscar berkembang pesat sebagai salah satu gelandang serang top di Liga Inggris. Oscar total membuat 38 gol dari 203 penampilan bersama Chelsea sebelum dijual ke Shanghai SIPG 60 juta poundsterling.
Oscar kembali bersinar di Liga Super China dan membawa SIPG bersaing di papan atas. Meski demikian, banyak yang menyayangkan keputusan Oscar pindah ke Liga Super China di usia yang terbilang muda pada saat itu.
Maka wajar jika Oscar selalu ditanya soal kemungkinan kembali bermain di Eropa. Terkait hal itu, Oscar ternyata masih memendam hasrat berkarier lagi di Benua Biru, terutama bersama Chelsea, meski fokus utamanya masih di Liga China.
"Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan China. Ada proyek hebat untuk saya di sini, tapi saya ingin kembali ke Chelsea sebelum pensiun," ujar Oscar.
"Saya membangun cerita indah di sana dan pergi ke Premier League di usia sangat muda, ketika fans belum yakin dengan kemampuan pemain asal Brasil. Saya membantu mengubah itu," lanjutnya.
"Jika saya kembali ke sana, saya memang sedikit lebih tua. Tapi kini saya bermain sangat baik dan punya statistik luar biasa. Saya rasa masih bisalah bersaing di Chelsea," imbuh Oscar.
"Saya bisa menghabiskan seluruh wawancara ini hanya untuk bicara soal memori dan kenangan indah di Chelsea, tapi saya punya dua hal yang saya kenang; hat-trick pertama menghadapi MK Dons, dan laga melawan Arsenal ketika saya tidak mencetak banyak gol, tapi membuat delapan tekel" tutup Oscar.
