Featured Posts

Jumat, 28 Desember 2018

Menggandeng Toro Rosso Sebagai Mitra Baru, Honda Mendapat Beberapa Pelajaran Penting Sepanjang Musim Formula 1 2018


KOALAnews - Menggandeng Toro Rosso sebagai mitra baru, Honda mendapat beberapa pelajaran penting sepanjang musim Formula 1 2018. Hanya beberapa saat sebelum balapan GP Jepang tahun ini dimulai, Honda dikejutkan oleh keputusan FIA yang mendadak. Meskipun pada awalnya menerima persetujuan dari Jo Bauer (delegasi teknis FIA), badan induk motorsport tiba-tiba meminta Honda untuk membatalkan modifikasi pada mesin yang digunakan oleh Pierre Gasly.

Tidak diragukan lagi, ini membuat Honda kecewa dan meminta klarifikasi. Ini adalah bukti pentingnya komunikasi, kata Masashi Yamamoto, bos motorsport Honda, Insiden itu disebabkan oleh kompleksitas peraturan FIA.

Data dapat terlihat berbeda di mata orang lain, jadi itu tergantung pada sudut pandang yang Anda lihat. Dari sudut pandang Honda, kami merasa datanya benar. Tetapi dari FIA, mereka menganggap penilaian mereka benar.

Kami tidak dapat secara terbuka mengungkapkan siapa yang benar, tetapi sekali lagi ini hanya karena perbedaan sudut pandang.

Namun, sekarang kami dan FIA dapat saling memahami.

Tidak hanya performa dan reliabilitas, Honda juga menyebut komunikasi sebagai salah satu aspek yang telah mengalami peningkatan sejak berpisah dengan McLaren dan bekerja sama dengan Toro Rosso.

Pasukan Faenza itu juga sering berperan sebagai jembatan komunikasi antara Honda dan FIA.


Sebagian besar komunikasi kami dengan FIA melewati Franz Tost, kepala tim Toro Rosso, kata Yamamoto. Franz memberi kami informasi tentang FIA, data FIA, dan juga peraturan.

Namun kami juga terus berbicara langsung dengan mereka. Tapi tim telah membantu kami dalam beberapa aspek utama regulasi."

Honda juga mengungkit perbedaan budaya kerja di Jepang dengan Eropa. Yamamoto berharap timnya bisa lebih aktif dalam berkomunikasi dengan FIA agar dapat tampil lebih baik dengan Red Bull musim depan.

Menurut pendapat saya, komunikasi kami dengan FIA di Suzuka tidak dilakukan dengan cara yang benar. Kami orang Jepang sedikit enggan untuk mengungkapkan semuanya kepada orang lain. Tapi ini motorsport, kami harus menang bersama.


Jadi, supaya itu bisa menjadi kenyataan, komunikasi kita harus lebih terbuka. Kita harus lebih sering mengatakan apa yang kita pikirkan. Itulah hal yang paling penting.

Kamis, 27 Desember 2018

Chelsea Berhasil Membawa Pulang Tiga Poin Dari Vicarage Road, Kandang Watford

 Chelsea Berhasil Membawa Pulang Tiga Poin Dari Vicarage Road, Kandang Watford

KOALAnews - Chelsea berhasil membawa pulang tiga poin dari Vicarage Road, kandang Watford, setelah menang 2-1 dalam pertandingan Pekan ke-19 Premier League. Hasil ini membuat The Blues terpaut empat poin dari Manchester City.

Chelsea mendapat peluang pertama di menit ke-10 melalui aksi Willian. Mendapat umpan lambung, Willian menyundul bola ke arah gawang, tetapi bola masih melambung di atas gawang Watford.

Chelsea kesulitan menemukan celah di pertahanan Watford. Pertempuran ketat terjadi di lini tengah.

Pada menit ke-43, Chelsea kehilangan Pedro Rodriguez yang cedera. Ia digantikan oleh Callum Hudson-Odoi.

Pertandingan semakin sengit di injury time babak pertama. Eden Hazard menyambut operan Mateo Kovacic dan membawa Chelsea unggul berkat golnya.


Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama. Roberto Pereyra mencetak gol penyeimbang dan membuat hasil imbang di akhir babak pertama.

Pada menit ke-58, Chelsea mendapat tendangan penalti setelah Ben Foster melanggar Eden Hazard. Pemain asal Belgia itu menjadi eksekutor penalti dan mengembalikan keunggulan Chelsea atas Watford.

Pada menit ke-72, Willian membuang peluang untuk menambah keunggulan Chelsea. Bola hasil tendangan Willian masih melenceng dari gawang Watftord.


Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Chelsea. Hasil ini membuat The Blues menempati peringkat keempat di klasemen Premier League dengan koleksi 40 poin.

Neymar Jr Menyatakan Bahwa Kekuatan Manchester United Tidak Akan Berkurang Meski Mengalami Pergantian Manajer

 Neymar Jr Menyatakan Bahwa Kekuatan Manchester United Tidak Akan Berkurang Meski Mengalami Pergantian Manajer

KOALAnews - Pemain bintang PSG, Neymar Jr, menyatakan bahwa kekuatan Manchester United tidak akan berkurang meski mengalami pergantian manajer. Menurutnya, Manchester United tetap menjadi favorit di Liga Champions.

Kami tahu kualitas yang dimiliki oleh Manchester United. Para pemain memiliki mental pemenang, kata Neymar.

Mungkin mereka mengubah manajer dan gaya permainan mereka akan berubah. Mereka berada dalam masa transisi, tetapi kita semua tahu potensi Manchester United.

Dua pertandingan antara PSG dan Manchester United akan sangat menarik. Saya selalu senang ketika berhadapan dengan klub kuat seperti Manchester United, ujar Neymar.


PSG akan menghadapi Manchester United di babak 16 besar Liga Champions. Pertemuan pertama akan berlangsung pada 12 Februari, sedangkan pertemuan kedua akan berlangsung pada 6 Maret 2018.

Manchester United memecat Jose Mourinho setelah hasil buruk di Premier League. Setan Merah dikalahkan Liverpool dengan skor 1-3.


Kekalahan itu membuat Jose Mourinho kehilangan pekerjaannya sebagai manajer Manchester United. Sebagai gantinya, Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai manajer baru Setan Merah.

Piero Ausilio Optimis Bahwa Nerazzurri Masih Memiliki Kesempatan Untuk Mendapatkan Luka Modric


KOALAnews - Direktur olahraga Inter Milan Piero Ausilio optimis bahwa Nerazzurri masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Luka Modric. Ausilio akan coba mengusahakan agar Real Madrid mau bernegosiasi dengan Inter Milan.

Aku tidak percaya bahwa kita tidak memiliki peluang sampai kesempatan untuk membawa Luka Modric benar-benar berakhir. Kita semua boleh bermimpi bukan? Kata Ausilio.

Musim panas lalu, kami siap untuk bernegosiasi dengan Real Madrid jika mereka berkenan. Namun, tidak ada respons positif dari pihak mereka.

Bisakah kita berharap untuk melanjutkan rencana itu? Tentu saja. Modric adalah pemain hebat yang penting bagi klub dan negaranya. Kami tidak akan pernah menyerah jika kami mendapat peluang seperti itu, kata Ausilio.


Luka Modric telah meminta manajemen Real Madrid untuk menjualnya ke Inter Milan pada musim panas 2018. Modric kecewa karena manajemen Los Blancos tidak dapat mempertahankan Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Inter Milan disebut sebagai klub yang menjadi sasaran Modric. Nerazzurri juga meminta Real Madrid untuk berdiskusi, tetapi tidak mendapat respons positif.


Modric telah memprotes dengan tidak kembali ke Madrid pada waktu yang dijadwalkan. Namun, setelah mendapat penjelasan dari manajemen Real Madrid, ia memutuskan untuk tetap di klub.

Gennaro Gattuso Mengungkapkan Bahwa AC Milan Tidak Dapat Lolos Ke Liga Champions Jika Terus Tampil Negatif


KOALAnews - Gennaro Gattuso mengungkapkan bahwa AC Milan tidak dapat lolos ke Liga Champions jika terus tampil negatif. Rossoneri gagal menang dan hanya bermain imbang tanpa gol melawan Frosinone di pekan ke-18 Serie A, Rabu (26/12/2018).

"Kami bermain buruk di babak pertama. Kami seperti memberi mereka banyak peluang untuk mengembangkan permainan," kata Gattuso.

Kami tidak bisa lolos ke Liga Champions jika kami terus bermain seperti ini. Kami tidak bisa hanya mendominasi selama 45 menit.

Kami berada dalam periode yang sulit dan hasil pertandingan tidak membantu posisi kami. Saya tidak bisa menerima pemain seperti itu di setengah babak pertandingan.


Saya tidak peduli dengan posisi saya. Saya akan bertanggung jawab atas hasil yang telah kami capai. Sangat penting bagi saya untuk dapat memahami karakteristik permainan pemain saya," kata Gattuso.

AC Milan telah melewati lima pertandingan di semua kompetisi tanpa kemenangan. Selain itu, Rossoneri juga belum mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir yang mereka lakoni.


Kondisi ini membuat posisi Gattuso di AC Milan rentan. Manajemen klub dikabarkan telah mempertimbangkan Arsene Wenger untuk menggantikan Gattuso sebagai pelatih Rossoneri.

Massimiliano Allegri Mengatakan Bahwa Ia Cukup Puas Dengan Hasil Imbang Melawan Atalanta


KOALAnews - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengatakan bahwa ia cukup puas dengan hasil imbang melawan Atalanta. Juventus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah Rodrigo Bentancur mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-53.

Saya tahu bahwa pertandingan melawan Atalanta akan menjadi pertandingan yang sulit. Tim bermain bagus di babak pertama, mereka mencetak satu gol dari satu peluang yang mereka dapatkan," kata Allegri.

Di babak kedua, kami kehilangan satu pemain. Namun, kami mampu mengimbangi kondisi ini dan mendominasi permainan. Kami bisa saja menang.

Jadi hasil imbang melawan Atalanta adalah hasil yang positif, mempertimbangkan kondisi yang terjadi.


Kami menargetkan kemenangan, tetapi kami menerima hasil seri dengan Atalanta. Selanjutnya, kami harus mempersiapkan pertandingan melawan Sampdoria, kata Allegri.

Gol babak pertama Juventus tercatat sebagai gol bunuh diri bagi Djimsiti. Atalanta membalikkan posisi melalui dua gol yang dicetak oleh Daniel Zapata. Cristiano Ronaldo menjadi penyelamat Juventus berkat golnya yang membuat pertandingan berakhir dengan skor 2-2.


Hasil ini masih membuat posisi Juventus yang aman di puncak klasemen Serie A. Bianconeri mengumpulkan 50 poin dari 18 pertandingan.

Rabu, 26 Desember 2018

Joan Mir Mengomentari Kemampuan Pembalap Yang Tampil Di Ajang MotoGP

http://hitsdomino.biz/app/Default0.aspx?lang=id

KOALAnews - Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengomentari kemampuan pembalap yang tampil di ajang MotoGP. Mir tidak menyangkal bahwa dia benar-benar terkejut dengan kualitas yang dimiliki oleh pembalap MotoGP.

Seperti yang diketahui, Mir memang akan menjadi salah satu pendatang baru di MotoGP musim 2019. Selain Mir, ada tiga pembalap lain yang juga akan debut di MotoGP, yaitu Francesco Bagnaia, Miguel Oliveira dan Fabio Quartararo.
Mir mengakui bahwa dia benar-benar terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh pembalap MotoGP. Meski begitu, Mir mengatakan sama sekali tidak ada keraguan dan bahkan lebih termotivasi untuk bisa melewati pembalap berpengalaman di MotoGP.

"Pertama kali bertemu dengan mereka sangat mengesankan. Saya membandingkannya ketika saya memasuki tahun pertama Moto3, Anda bertemu dengan pembalap yang Anda lihat di TV dan Anda bertemu mereka di trek," kata Mir.


"Pada awalnya Anda akan merasa sedikit terkejut. Tetapi kemudian, ketika Anda melihat mereka di trek, yang Anda inginkan hanyalah menyalipnya," tutup pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Target Yang Cukup Tinggi Dipasang Oleh SIC Petronas Racing Pada Debut MotoGP-nya

http://hitsdomino.biz/app/Default0.aspx?lang=id

KOALAnews - SIC Petronas Racing akan memulai perjalanannya di musim MotoGP 2019 sebagai tim satelit Yamaha. Target yang cukup tinggi dipasang oleh SIC Petronas Racing pada debut MotoGP-nya. Bos SIC Petronas, Razlan Razali, menargetkan tampil lebih baik daripada Tech 3 musim depan.

Tech 3 memang tim satelit yang kuat di ajang MotoGP. Dengan mengalahkannya, SIC Petronas dapat membuktikan diri bahwa tim mereka kuat dan layak berada di ajang balap motor kasta tertinggi tersebut.

Selain untuk ajang pembuktian diri, target ini juga dipasang oleh SIC Petronas karena alasan lain. Razali mengklaim dia bertaruh dengan bos Tech 3, Herve Poncharal, untuk finis di posisi terbaik di ajang MotoGP 2019. Taruhan ini dibuat karena Razali dan Poncharal adalah teman dekat. Dengan begitu, keduanya merasa semakin termotivasi untuk bisa tampil apik di musim depan.


Dengan hadirnya dua pembalap hebat di tim, Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo, Razali yakin target itu bisa tercapai. Karena itu, ia optimis dapat berbicara banyak pada musim pertamanya di MotoGP.


"Ada banyak tim yang ingin kami kalahkan. Tapi, pertama dan yang terutama, kami ingin mengalahkan tim Herve (Poncharal). Saya memiliki taruhan pribadi dengan Herve Poncharal dari Tech3! Kami sekarang akan bersama di grid MotoGP. Kami akan menjadi saingan di lintasan, tetapi kami akan mencoba menjadi teman di luar trek balap," tutup Razali.

Danilo Petrucci Memprediksi Bahwa Gelaran MotoGP 2019 Akan Jauh Lebih Menarik Daripada MotoGP 2018

http://hitsdomino.biz/app/Default0.aspx?lang=id

KOALAnews - Pembalap Tim Ducati Corse, Danilo Petrucci, memprediksi bahwa gelaran MotoGP 2019 akan jauh lebih menarik daripada MotoGP 2018. Hal itu terlintas di benaknya setelah melihat komposisi pembalap yang akan mentas dalam kompetisi tersebut.

Petrucci tahu bahwa bukan hanya Ducati saja yang telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi MotoGP 2019. Dia sangat yakin bahwa Repsol Honda, Movistar Yamaha, Suzuki Ecstar dan tim lain juga telah merencanakan berbagai hal untuk menyambut MotoGP 2019.
"Berada di tim pabrikan adalah suatu kehormatan bagi saya yang sekaligus menjadi beban bagi saya. Itu karena kompetisi akan dipersiapkan dengan sangat baik oleh semua pihak daripada acara sebelumnya. Saya memprediksi bahwa Honda, Suzuki dan Yamaha akan sangat kuat," ungkap Petrucci.

Meskipun demikian Petrucci mengatakan dia tidak terlalu takut atau khawatir. Ia yakin dengan Desmosedici GP19, ia dapat tampil lebih baik dan mampu bersaing dengan pembalap top lainnya. Pengalamannya selama empat musim menggunakan motor Ducati menjadi modal penting untuk menghadapi MotoGP 2019. Karena dia merasa dia sudah sangat paham dengan motor pabrikan asal Italia tersebut.



"Saya sudah sangat mengenal motor ini dan menurut saya kerangka motor ini memiliki dasar yang baik dan ergonominya sudah cukup sesuai dengan apa yang saya inginkan. Kami berharap dapat menemukan kebahagiaan dalam petualangan baru ini," tutupnya.