Featured Posts

Jumat, 28 Desember 2018

Red Bull Sedang Mempertimbangkan Untuk Turun Dalam Balapan Le Mans 24 Jam


KOALAnews - Red Bull sedang mempertimbangkan untuk turun dalam balapan Le Mans 24 jam dengan Valkyrie hypercar dari Aston Martin jika tidak terus bersaing di kompetisi Formula 1 pasca-2020. Red Bull mendominasi akhir era V8 F1 antara 2010-2013 dengan empat gelar ganda berturut-turut. Namun, sejak munculnya regulasi V6 turbohibrida pada 2014, skuad Milton Keynes kesulitan bersaing dengan Mercedes dan Ferrari dalam perburuan gelar.

Melepaskan status mereka sebagai tim customer Renault pada akhir 2018, Red Bull beralih ke mesin Honda mulai musim depan, sambil menikmati hak istimewa dari tim pabrikan.

Kami memiliki perjanjian dengan F1 hingga 2020, kata Helmut Marko, selaku konsultan motorsport Red Bull. Selama tidak ada kepastian tentang regulasi mesin atau Perjanjian Concorde, Red Bull maupun Honda belum akan membuat keputusan."

Marko dengan tegas mengatakan timnya tidak lagi ingin didikte oleh regulasi mesin.

Yang pasti adalah bahwa kita tidak ingin itu terjadi lagi. Kami dulu memohon janji yang akhirnya tidak pernah ditepati.

Berhenti dari F1 adalah salah satu opsi. Atau bisa juga balapan di acara lain.


Red Bull membantu Aston Martin dalam mengembangkan Valkyrie. Desainer terkenal Adrian Newey mengepalai proyek ini.

Sementara WEC masih menyelesaikan konsep hypercar sebagai pengganti LMP1 yang rencananya akan diperkenalkan untuk musim 2020-2021.

Dengan Valkyrie dan regulasi hypercar, Le Mans bisa menjadi pilihan. Valkyrie terjual habis dan terbukti sangat sukses. Itu juga menjadi pilar yang baik untuk Red Bull Technologies.

Salah satu visi pemilik F1, Liberty Media, untuk 2021 dan di masa depan adalah pembatasan anggaran. Menurut Marko, ini membuka kemungkinan timnya menjalankan dua program balap sekaligus, F1 dan World Endurance Championship.

Jika ada batasan anggaran di Formula 1, maka kami harus memberhentikan beberapa karyawan kami, jelasnya. Kami harap itu tidak terjadi.

"Akan lebih baik jika mereka ditugaskan di proyek lain seperti Le Mans. Menggunakan basis mobil Valkyrie, sepertinya kita dapat menjalankan program WEC dengan biaya yang terjangkau.


"Meskipun Red Bull tidak pernah berlomba dalam acara ketahanan 24 jam, ini adalah sesuatu yang kami pertimbangkan.

0 komentar:

Posting Komentar