KOALAnews - Kevin Magnussen menilai Haas tidak memiliki budaya saling menyalahkan yang sering menghambat kemajuan tim yang pernah ia bela sebelumnya. Performa Haas menjadi salah satu kejutan di musim 2018. Tim dari Amerika Serikat itu bersaing ketat dengan Renault berjuang untuk posisi keempat di klasemen.
Meski pada akhirnya harus puas di posisi kelima, ini masih prestasi terbaik Haas sejak debutnya di musim 2016.
Meskipun jumlah personil Haas masih lebih sedikit dari saingannya di papan tengah, Magnussen percaya budaya kerja yang baik adalah kekuatan utama dari skuad Kannapolis tersebut.
"Itu memaksa kami untuk tetap fokus, dan dengan jumlah departemen yang sedikit, itu juga membantu menghindari gangguan," tutur pembalap Denmark tersebut.
Terkadang di tim lain departemen-departemen ini berjuang untuk menarik perhatian, karena mereka memiliki pendapat berbeda tentang mana yang lebih penting.
Sementara Haas dengan jumlah departemen yang sedikit dapat fokus pada satu paket. Tinggal merancang sisanya, dan balapan. Ini sangat sederhana dan lebih langsung, saya pikir cara itu lebih mudah.
Meskipun ukuran kecil tim Haas membantu dalam efisiensi, Magnussen mengakui timnya masih sedikit kurang berpengalaman.
"Kami benar-benar membuat kemajuan. Terkadang kami ingin melupakan bahwa ini hanya tahun ketiga kami di Formula 1. Kami cukup efisien dalam mengembangkan mobil, tetapi terkadang kurangnya pengalaman adalah apa yang menghambat kami," pungkasnya.









0 komentar:
Posting Komentar